Langkah Sederhana Mengajari Anak Berbagi yang Perlu Orang Tua Tahu

Langkah Sederhana Mengajari Anak Berbagi yang Perlu Orang Tua Tahu
Ilustrasi Anak Berbagi.

JAKARTA - Kebiasaan berbagi memiliki peran penting dalam mendudung perkembangan kehidupan sosial anak di tengah lingkungannya. Kendati demikian, tidak jarang dijumpai momen ketika si kecil enggan membagikan barang miliknya kepada orang lain.

Guna menyikapi situasi tersebut, para orang tua umumnya aktif berburu informasi seputar kiat mendidik anak agar mau berbagi melalui saluran media daring maupun jejaring sosial.

Pengajaran sikap berbagi sangat vital lantaran mampu menumbuhkan rasa empati, mengasah kecakapan interaksi sosial, sekaligus melatih balita dalam mengelola gejolak emosinya.

Melatih buah hati untuk bersikap dermawan tidak harus dilaksanakan melalui pola yang kaku atau menjenuhkan. Terdapat ragam pendekatan menyenangkan serta praktis agar si kecil dapat memahami esensi berbagi.

Dikutip dari bermacam sumber, berikut sejumlah langkah yang dapat diterapkan orang tua dalam mengajari anak berbagi:

1. Pahami Usia Anak

Orang tua tentu tidak dapat menuntut bayi berumur enam bulan untuk melangkah layaknya balita berusia 12 bulan. Hal serupa berlaku bagi anak usia setahun yang belum mahir mengutarakan keinginan lewat kata-kata sebagaimana balita berumur dua tahun.

Anak yang belum menginjak usia tiga tahun pada umumnya belum sanggup mencerna konsep berbagi. Sayangnya, tidak sedikit orang tua yang serta-merta memerintahkan mereka untuk membagikan mainan saat si kecil tengah mempertahankan hak miliknya.

Anak usia di bawah tiga tahun belum sepenuhnya menyadari bahwa mereka merupakan individu yang terpisah dari sosok lain. Mereka sedang berada pada fase membentuk identitas diri, khususnya menanamkan rasa kepemilikan atas suatu benda.

Para ahli menyarankan agar orang tua mulai memperkenalkan prinsip berbagi sewaktu buah hati menginjak umur tiga tahun, kendati pada usia ini pemahaman mereka mengenai konsep bergiliran belum sepenuhnya matang.

2. Validasi Emosi Anak

Apabila mainan milik buah hati diambil oleh temannya, orang tua dapat merespons dengan tenang untuk menenangkan perasaannya sekaligus menegaskan haknya dalam menjaga barang yang sedang ia butuhkan.

Melalui pengakuan atas emosi yang dirasakannya, anak akan merasa didengar dan memperoleh rasa aman secara emosional.

3. Jelaskan Pentingnya Berbagi

Sewaktu anak sudah mencapai umur yang matang, memberi pemahaman mengenai faedah berbagi menjadi langkah yang sangat esensial. Proses edukasi ini sebaiknya dieksekusi tanpa membuat si kecil merasa rendah diri atau malu atas perasaan yang ia miliki.

Bagaimanapun juga, pasti ada kondisi tertentu di mana si kecil enggan untuk membagikan barangnya.

Pendekatan efektif untuk mengedukasi anak adalah dengan memaparkan dampak positif dari sikap berbagi, seperti memberi gambaran bahwa aktivitas bermain bersama justru menghadirkan kegembiraan yang lebih besar.

Langkah ini efektif membantu buah hati menyadari bahwa mereka tidak selalu bisa mendapatkan segala sesuatu secara instan sesuai keinginan pribadi.

4. Berikan Pujian

Pemberian apresiasi ketika anak bersedia berbagi atas dorongan dirinya sendiri bakal memberi pengaruh positif yang signifikan bagi tumbuh kembangnya.

Saat si kecil menunjukkan kebiasaan tersebut, segeralah berikan pujian yang spesifik atas tindakan terpuji yang telah ia lakukan.

5. Berikan Contoh

Metode terbaik agar anak mau menerapkan sikap berbagi adalah melalui keteladanan langsung dari orang tua. Bagaimanapun, orang tua merupakan figur teladan utama yang senantiasa ditiru oleh buah hati.

Sangat dianjurkan bagi orang tua untuk menciptakan momentum di mana anak dapat menyaksikan secara langsung tindakan berbagi dalam keseharian, seperti menawarkan makanan, membagi camilan, atau saling membantu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.

6. Ciptakan Kesempatan untuk Berbagi

Keberadaan fasilitas bermain umum di lingkungan tempat tinggal dapat dimanfaatkan sebagai sarana mendidik anak. Penggunaan sarana bersama secara bergantian otomatis melatih kesadaran si kecil akan pentingnya kebersamaan saat beraktivitas.

Di samping itu, orang tua dapat merancang permainan interaktif yang memerlukan mekanisme bergantian sewaktu acara kumpul keluarga.

Momen tersebut menjadi sarana yang sangat pas untuk memperlihatkan kepada si kecil bahwa aktivitas berbagi itu menyenangkan dan mampu membuat suasana bermain kian meriah.

7. Jangan Memaksa

Dalam menanamkan kebiasaan berbagi pada anak, pemaksaan bukanlah metode yang tepat untuk diterapkan.

Anak pada usia dini sedang berada dalam tahap menguatkan rasa kepemilikan atas barang pribadi mereka. Tindakan memaksa justru dapat memicu perasaan kehilangan kendali atas barang miliknya yang berujung pada kekecewaan atau rasa frustrasi.

Selain itu, anak-anak perlu belajar membangun batasan diri yang sehat. Sikap memaksa terkadang malah merusak dan mengaburkan batasan penting tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index