Kemendikdasmen Terapkan Deep Learning untuk Tingkatkan Kreativitas PAUD

Kamis, 23 Juli 2026 | 21:48:32 WIB
Ilustrasi Anak PAUD.

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan penerapan pendekatan deep learning atau pelajaran mendalam dapat efektif pada jenjang PAUD, karena pembelajaran berpusat pada anak dan menempatkan sekolah maupun orang tua sebagai mitra untuk membangun keingintahuan dan kreativitas anak.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan pembelajaran mendalam merupakan paradigma pembelajaran yang perlu diadopsi dalam sistem pendidikan nasional.

“Deep learning adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam, bukan hafalan. Kami ingin anak-anak kami tidak hanya membaca tetapi memahami, tidak hanya menghitung tetapi menganalisis, tidak hanya menghafal tetapi mampu menerapkan dan berinovasi,” kata Wamendikdasmen Atip dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Kamis.

Pernyataan tersebut relevan dengan pengalaman yang dirasakan oleh Kepala TK Bunda Ganesha, Kota Bandung, Jawa Barat, Susi Hindayani yang mengatakan sekolah memaknai deep learning sebagai pergeseran pembelajaran dari hafalan menuju pemahaman yang bermakna.

“Anak diberi kesempatan untuk bereksplorasi, bertanya, menyampaikan pendapat, dan membangun pengetahuannya sendiri,” kata Susi.

Menurut Susi, pendekatan tersebut diwujudkan melalui pembelajaran berbasis proyek, kegiatan kontekstual, kebebasan memilih aktivitas, serta pemanfaatan media lepasan yang merangsang eksplorasi dan perkembangan sensor motorik.

“Bagi kami, bermain adalah belajar. Kegiatan di sentra dirancang agar bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan,” ujarnya.

Pelibatan orang tua juga menjadi bagian penting, misalnya dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, pihaknya melibatkan orang tua bersama anak untuk mengolah sampah daur ulang menjadi karya seni.

“Orang tua kami libatkan sebagai mitra belajar, sehingga pengalaman belajar anak berlanjut di rumah,” kata Susi.

Ia mengakui tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi penerapan pendekatan tersebut, yang didukung pemetaan minat dan tahap perkembangan anak serta lingkungan belajar yang aman dan membuat setiap anak merasa diterima.

Pengalaman serupa turut dirasakan Kepala Sekolah TK Gagas Ceria Catur Wulandari yang menilai deep learning membantu anak memahami dan menemukan makna melalui pengalaman nyata.

“Anak belajar melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupannya, sehingga tumbuh rasa ingin tahu, kemampuan berpikir, dan karakter sebagai bekal masa depan,” ujarnya.

Guru, lanjut Catur, berperan sebagai fasilitator yang mengajukan pertanyaan terbuka dan memberi tantangan sesuai tahap perkembangan anak.

“Bermain adalah cara belajar yang paling alami. Melalui bermain, anak belajar memecahkan masalah, bekerja sama, berkomunikasi, mengelola emosi, sekaligus memahami berbagai konsep,” katanya.

Terkini