Menlu Sugiono Tekankan Kemitraan ASEAN-Rusia untuk Ketahanan Publik

Kamis, 23 Juli 2026 | 22:44:32 WIB
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono.

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono saat menghadiri agenda ASEAN-Russia Post Ministerial Conference (PMC) menekankan bahwa fokus utama kemitraan strategis ASEAN dan Rusia diarahkan untuk memperkokoh daya tahan masyarakat.

“Ketahanan tidak hanya sekedar kemampuan untuk merespons terhadap krisis, namun juga mengantisipasi risiko, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, dan menjaga perdamaian jangka panjang,” kata Menlu Sugiono sebagaimana dikutip dari naskah Pernyataan Menteri Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Kamis.

Secara spesifik, Menlu Sugiono menggarisbawahi urgensi pembentukan tatanan energi kawasan yang mantap, terbuka, serta tangguh. Ia mengungkapkan bahwa skema Kerja Sama Energi ASEAN-Rusia kurun waktu 2026-2030 merupakan pijakan kokoh guna mewujudkan ketahanan energi dalam jangka panjang.

Dalam penyampaiannya, Menlu Sugiono pun mengangkat isu keandalan pasokan pangan sebagai agenda prioritas yang sangat vital. Mengingat posisi Rusia sebagai salah satu produsen gandum dan pupuk terbesar secara global, peran negara tersebut dinilai krusial bagi ketersediaan pangan di Asia Tenggara.

“Akses terhadap bahan pangan ini penting untuk menjaga produksi pertanian dan harga pangan, serta memperbaiki akses terhadap bahan pangan bergizi,” jelas Menlu Sugiono.

Di samping itu, penerapan teknologi agrikultur mutakhir beserta metode climate-resilient farming dipandang turut memberikan sumbangsih nyata pada produktivitas dan keberlanjutan pangan masa depan.

Upaya memperkuat sistem kesehatan di level regional juga tak lepas dari sorotan yang dikemukakan oleh Menlu Sugiono.

“Peningkatan kapasitas dan pertukaran pelatihan untuk petugas kesehatan akan memperkuat persiapan dalam menghadapi situasi darurat kesehatan di masa depan,” ucapnya.

Mengakhiri penyampaiannya, Menlu Sugiono mengingatkan agar kolaborasi yang terjalin antara ASEAN dan Rusia senantiasa berpatokan pada prinsip-prinsip multilateralisme serta kepatuhan pada hukum internasional.

“Sentralitas ASEAN harus terus menjadi kompas dalam kerja sama ini,” kata dia.

Terkini