JAKARTA - Emiten pengelola jaringan rumah sakit, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), memaparkan rencana strategis berupa penyediaan dana belanja modal atau capital expenditure mencapai angka 1 triliun rupiah. Langkah ini diambil demi memperkokoh penetrasi ekosistem digitalisasi di ranah medis.
President Director Siloam International Hospitals David Utama menjabarkan bahwa ketersediaan dana jumbo tersebut secara spesifik diproyeksikan bagi penyediaan unit perangkat bedah robotik terbaru.
Langkah modernisasi sarana kesehatan di dalam negeri ini dinilai mendesak. Hal tersebut bertujuan untuk menahan laju hengkangnya devisa hingga ratusan triliun rupiah akibat maraknya kelompok masyarakat yang condong memilih berobat ke luar negeri, dengan estimasi nilai kebocoran mencapai Rp170 triliun.
“Untuk meningkatkan akses kepada teknologi-teknologi ini, capex kami for the next few years tidak kecil, hampir mendekati Rp1 triliun. Karena kalau tidak disiapkan capex yang cukup, pengembangan kami beberapa tahun ke depan ini tersendat,” jelasnya saat ditemui di sela-sela agenda Siloam Robotic Summit 2026 di Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
David menerangkan bahwa alokasi pos pengeluaran dana 1 triliun rupiah ini bakal dicairkan secara bertahap dalam rentang periode tahun 2025 hingga tahun 2029 mendatang.
Berdasarkan laporan manajemen, sumber pendanaan yang terkumpul tersebut murni mengandalkan kekuatan internal dari kantong kas perseroan. Skemanya ialah memutar kembali seluruh perolehan laba bersih operasional demi mendanai ekspansi secara swadaya.
“Coba lihat deh kami punya laporan keuangan, dividen tidak pernah dibagikan. Dividen kami tuh 100% diinvest balik, because we believe of investing into our hospital. Jadi capex kami itu untuk beberapa tahun ke depan hampir mendekati Rp1 triliun karena kami benar-benar berkomitmen meningkatkan kualitas,” imbuhnya.
Hingga saat ini, pihak SILO terpantau telah mengaktifkan serangkaian sistem operasi pembedahan berbasis robotik pintar di bermacam unit rumah sakit miliknya. Sarana canggih tersebut meliputi dua unit robot Davinci yang beroperasi di Siloam Kebon Jeruk serta Asri Center of Excellence Kidney Transplant.
Tidak sebatas pada tindakan bedah umum, sektor keahlian medis lain semacam bedah saraf dan ortopedi pun turut ditopang oleh teknologi robotik. Contohnya robot Rosa di Kebon Jeruk, Felice di Makassar, Cuviz di Surabaya, hingga Cori di Denpasar.
"Semua center-center kami sudah dilengkapi teknologi tersebut. Tadi ada yang untuk Biobot kami punya di Lippo Village, Brain Lab untuk otak, dan obviously kami tambahin terus ke depannya," pungkas David.