PLN Indonesia Power Borong 97 Penghargaan ENSIA 2026 di Bali

PLN Indonesia Power Borong 97 Penghargaan ENSIA 2026 di Bali

PORTALENERGI.ID — PT PLN Indonesia Power meraih 97 penghargaan dalam ajang Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 yang digelar di Bali pada 10 September 2026. Penghargaan itu diraih melalui 18 unit pembangkitan di berbagai wilayah Indonesia, terdiri atas 34 Platinum Winner, 28 Gold Winner, 31 Silver Winner, dan 4 penghargaan khusus.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menyebut capaian ini sebagai bukti bahwa inovasi dan keberlanjutan sudah menyatu dengan pengelolaan pembangkitan perusahaan. Penghargaan diberikan atas inovasi di bidang lingkungan, sosial, dan keberlanjutan.

Empat penghargaan khusus itu meliputi 3 Local Hero Inspiratif dan 1 Best of the Best kategori Green Energy. Inovasi yang dinilai mencakup efisiensi energi dan air, penurunan emisi, pengelolaan sampah dan limbah, perlindungan keanekaragaman hayati, inovasi sosial, community development, hingga pengembangan green energy.

Sebaran Penghargaan di 18 Unit Pembangkitan

UBP Teluk Sirih menjadi unit dengan raihan terbanyak, yakni 8 penghargaan. Rinciannya, Platinum Winner untuk kategori Efisiensi Energi, Penurunan Emisi, dan Efisiensi Air melalui Penurunan Beban Pencemaran.

Unit itu juga meraih Gold Winner pada kategori Pengelolaan Sampah dan Perlindungan Keanekaragaman Hayati, serta Silver Winner untuk Pengurangan dan Pemanfaatan Limbah B3, 3R Limbah Padat Non-B3, dan Community Development.

Menyusul di belakangnya, UBP Barru, UBP Banten 3 Lontar, UBP Banten 1 Suralaya, dan UBP Kamojang masing-masing mengantongi 7 penghargaan. UBP Suralaya dan UBP Bali meraih 6 penghargaan, sementara UBP Semarang dan UBP Jeranjang masing-masing 4 penghargaan.

UBP Keramasan dan UBP Saguling mencatat 3 penghargaan, sedangkan UBP Barito membawa pulang 2 penghargaan. Total ada 18 unit pembangkitan yang berkontribusi pada raihan 97 penghargaan tersebut.

Inovasi dari Berbagai Lini Operasional

Bernadus menilai keberhasilan 18 unit pembangkitan menunjukkan inovasi bisa tumbuh dari lini operasional dengan karakteristik dan tantangan berbeda. Setiap unit didorong menjadikan aspek keberlanjutan sebagai bagian dari operational excellence.

“Penghargaan ini bukan sekadar pencapaian, tetapi merupakan bukti dari konsistensi insan PLN Indonesia Power dalam menghadirkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan, lingkungan, dan masyarakat. Kami terus mendorong setiap unit untuk menjadikan aspek keberlanjutan sebagai bagian dari operational excellence,” ujar Bernadus dalam keterangannya, Rabu (16/9).

Beberapa unit meraih penghargaan lewat program sosial dan lingkungan spesifik. UBP Suralaya, misalnya, meraih Gold Winner kategori Sosial melalui paper berjudul “Bagendung Esensi – Berdaya Bersama dalam Mendukung Kampung Energi, Sehat dan Mandiri.”

UBP Banten 1 Suralaya juga menyumbang satu Winner Local Hero kategori Local Hero Inspiratif. UBP Semarang meraih hasil serupa di kategori yang sama.

Transisi Energi Tetap Andalkan Keandalan

PLN Indonesia Power menegaskan transformasi menuju pembangkitan yang lebih hijau harus berjalan seiring keandalan dan efisiensi. Inovasi di unit pembangkitan diharapkan tidak hanya mengerek kinerja operasional, tetapi juga memberi dampak lingkungan dan sosial yang berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa transformasi menuju pembangkitan yang semakin hijau harus berjalan beriringan dengan keandalan dan efisiensi. Karena itu, setiap inovasi yang lahir di unit kami diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kinerja operasional, tetapi juga menghasilkan dampak lingkungan dan sosial yang berkelanjutan,” jelas Bernadus.

Raihan 97 penghargaan ini menempatkan PLN Indonesia Power sebagai salah satu perusahaan pembangkitan dengan kontribusi inovasi lingkungan dan sosial terbanyak di ajang ENSIA 2026. Bagi industri kelistrikan, capaian ini menjadi penanda bahwa agenda transisi energi bisa berjalan tanpa mengorbankan keandalan pasokan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index